Copywriting

Pentingnya Riset untuk Memahami Audience dan Merumuskan Tujuan Copywriting

Oleh Reza Adetya Tama 5 menit baca

Intro

Banyak orang langsung menulis copy tanpa benar-benar memahami siapa yang akan membacanya dan apa tujuan dari tulisan tersebut. Akibatnya, copy terasa “asal jadi”—tidak nyambung, tidak menarik, dan tentu saja tidak menghasilkan tindakan.

Padahal, dua hal paling mendasar dalam copywriting justru bukan soal kata-kata, melainkan siapa audience Anda dan apa tujuan yang ingin dicapai. Tanpa dua hal ini, bahkan copy yang terlihat bagus pun bisa gagal total. Untuk memahami pondasinya, Anda perlu kembali ke konsep dasar copywriting sebelum melangkah lebih jauh.

Jika Anda ingin meningkatkan kualitas tulisan sekaligus membuka peluang di dunia digital marketing, memahami audience dan merumuskan tujuan penulisan adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan.

Definisi: Memahami Audience dan Tujuan Copywriting

Memahami audience adalah proses mengenali siapa target pembaca Anda—mulai dari kebutuhan, masalah, hingga kebiasaan mereka.

Sementara itu, tujuan penulisan copy adalah hasil yang ingin Anda capai dari tulisan tersebut, seperti:

Keduanya saling berkaitan. Bahkan dalam praktiknya, pendekatan ini sering dipadukan dengan framework dasar copywriting agar pesan lebih terstruktur dan efektif.

Manfaat Memahami Audience dan Tujuan

1. Copy Lebih Relevan

Tulisan Anda akan terasa “kena” karena sesuai dengan kebutuhan pembaca. Contoh: Copy untuk ibu rumah tangga berbeda dengan copy untuk pebisnis muda.

2. Meningkatkan Konversi

Pesan yang tepat sasaran lebih mudah menghasilkan tindakan.

3. Menghemat Waktu Produksi

Anda tidak perlu menulis ulang karena salah arah.

4. Membangun Koneksi Emosional

Audience merasa dipahami, sehingga lebih percaya.

Soft-sell: Dengan menguasai skill ini, Anda tidak hanya menjadi penulis, tetapi juga strategist yang mampu menghasilkan dampak nyata dalam bisnis—terutama jika dikombinasikan dengan pemahaman berbagai jenis copywriting.

Jenis Audience dalam Copywriting

Memahami jenis audience membantu Anda menentukan pendekatan yang tepat.

Kesalahan dalam membaca tipe audience ini sering menjadi salah satu kesalahan copywriting yang paling umum terjadi.

Panduan Praktis: Cara Memahami Audience

1. Tentukan Target Demografi

Siapa mereka?

Contoh: Produk skincare → target wanita usia 18–30 tahun.

2. Identifikasi Masalah (Pain Point)

Apa yang mereka butuhkan atau keluhkan?

Contoh: “Kesulitan mendapatkan pelanggan pertama.”

3. Pahami Keinginan (Desire)

Apa yang mereka inginkan?

Contoh: “Ingin bisnis cepat berkembang.”

4. Kenali Bahasa yang Mereka Gunakan

Gunakan gaya komunikasi yang sesuai.

Contoh: Anak muda → santai dan ringan Profesional → lebih formal

5. Buat Persona Sederhana

Gambarkan satu karakter audience.

Contoh: “Rina, 25 tahun, ingin memulai bisnis online tapi bingung mulai dari mana.”

Panduan Praktis: Cara Merumuskan Tujuan Copywriting

1. Tentukan Satu Tujuan Utama

Jangan terlalu banyak tujuan dalam satu copy.

Contoh:

2. Gunakan Prinsip SMART

Tujuan harus:

Contoh: “Meningkatkan klik landing page sebesar 20% dalam 1 bulan.”

3. Sesuaikan dengan Funnel Marketing

Pendekatan ini akan semakin kuat jika dipadukan dengan struktur dari framework dasar copywriting seperti AIDA atau PAS.

4. Tentukan Call-to-Action (CTA)

Apa yang Anda ingin pembaca lakukan?

Contoh: “Daftar sekarang” “Pelajari lebih lanjut”

Formula yang Membantu

1. PAS (Problem, Agitate, Solution)

Sangat efektif untuk memahami audience karena fokus pada masalah mereka.

2. AIDA (Attention, Interest, Desire, Action)

Membantu menyusun tujuan dari awal hingga akhir.

3. 5W1H (What, Who, Why, When, Where, How)

Membantu memahami audience secara lebih detail.

Menggunakan formula ini juga membantu Anda menghindari berbagai kesalahan copywriting yang sering terjadi pada pemula.

Kesimpulan

Memahami audience dan merumuskan tujuan adalah fondasi utama dalam copywriting. Tanpa keduanya, tulisan Anda akan kehilangan arah dan sulit menghasilkan hasil yang diinginkan.

Untuk berkembang lebih jauh, Anda bisa memperdalam kembali dasar copywriting, menguasai berbagai [jenis copywriting], serta terus mengasah kemampuan dengan praktik menggunakan [framework dasar copywriting].

Dengan pendekatan yang tepat, Anda tidak hanya menulis—tetapi juga mampu menghasilkan dampak nyata.

FAQ

1. Mana yang harus didahulukan, audience atau tujuan?

Audience terlebih dahulu, karena tujuan harus disesuaikan dengan mereka.

2. Apakah satu copy boleh punya lebih dari satu tujuan?

Sebaiknya tidak, agar pesan tetap fokus.

3. Bagaimana cara mengetahui audience jika belum punya data?

Gunakan riset sederhana atau asumsi berdasarkan target pasar.

4. Apakah audience bisa berubah?

Bisa, sehingga Anda perlu evaluasi secara berkala.

Artikel Terkait

Tag:

  • Copywriting
  • Dasar Copywriting
  • riset
  • memahami audience
  • tujuan copywriting